Dalam kurun waktu dua bulan, Oktober hingga November, kabar duka silih berganti bertebaran di ponselku. Hingga saat ini, korban jiwa akibat Covid-19 terus bertambah. Dan yang lebih memilukan, kawan dan kenalan dekatku, turut menjadi bagian dari mereka yang gugur itu.

Sejujurnya, aku berharap vaksin Corona yang sudah ditemukan, benar-benar lolos uji klinis, sehingga terbukti efektif dan aman digunakan. Rasa penuh harap tidak ada lagi korban jiwa berjatuhan terus kulambungkan tinggi-tinggi. Aku yakin, semua orang menginginkan hal yang sama, seperti yang kuinginkan. Menjalani kehidupan normal, seperti sedia kala.

Salah satu kandidat vaksin Corona ialah vaksin yang dibuat oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat. Vaksin Moderna, namanya. Namun hingga kini, vaksin tersebut masih menjalani uji klinis, hal mana membutuhkan waktu yang entah sampai kapan. Intinya, semua mesti sabar, karena uji klinis sangat penting untuk menjamin keamanan.

Melihat vaksin yang hampir pada tahap akhir, masih banyak berita di media bahwa tidak semua orang siap divaksin. Alasannya klasik, takut vaksin yang diberikan justru menjadi pemicu hal-hal buruk terjadi pada tubuh. Hey, bukankah pada umumnya obat mengandung efek samping?

Sebagaimana obat, vaksin pun memiliki efek samping saat pengujian berlangsung. Silahkan kalian lihat di kemasan obat, pasti terdapat catatan yang menerangkan efek samping. Nah, jadi wajar saja jika vaksin pun dapat menimbulkan efek samping. Lalu, apa saja efek samping vaksin Moderna? Berikut jawabannya!

1.Kelelahan

Selama masa pengujian, sebanyak 9.7% sampel merasa lelah setelah dilakukan vaksinasi. Tubuh menjadi kurang tenaga, tidak kuat mengangkat beban berat. Menurut para pakar, lelah setelah vaksin merupakan kondisi wajar. Dan dalam waktu dekat, efek samping itu akan hilang dengan sendirinya.

2.Nyeri Otot

Sebanyak 8.9% sampel percobaan virus Moderna mendapati otot-ototnya terasa nyeri. Akibatnya badan menjadi kaku, seolah mengangkat beban berat. Tetapi, efek samping ini akan segera menghilang dengan gerakan pemanasan ringan dan istirahat yang cukup.

3.Sakit Persendian

Selain mengeluhkan kelelahan, sebanyak 5.2% sampel merasakan nyeri di bagian persendihan. Efeknya hampir sama seperti asam urat, hanya saja lebih ringan. Menurut pengamatan, sebagian besar efek samping ini muncul setelah vaksinasi kedua, yaitu jarak 28 hari dari vaksinasi pertama.

 

4.Sakit Kepala

Selain dampak pada tubuh, sebanyak 4.5% sampel percobaan vaksin Moderna mengeluhkan sakit kepala. Sebagaimana pusing pada umumnya, terkadang hingga menyebabkan kaku di bagian leher. Untuk mengantisipasinya, mereka diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih.

5.Nyeri dan Kemerahan di Bekas Suntikan

Efek terakhir yang timbul selama masa uji coba, yaitu timbulnya ruam dan nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Efek samping ini sangatlah umum. Tidak hanya vaksin corona Moderna, bahkan mungkin Anda yang pernah disuntik vaksin seperti campak, polio, dan DPT, mungkin akan menimbulkan efek yang serupa. Tenang, efek ini tidak akan lama kok.

Apapun efek samping yang disebutkan di atas, ayolah, itu tidak terlalu buruk. Efek samping ringan, yang dalam hitungan jam bisa hilang itu, masih jauh lebih baik daripada mempertaruhkan nyama bukan? Maka, tugas kita, bersabar, tetap menerapkan protokol kesehatan hingga vaksin benar-benar efektif dan aman untuk disebarluaskan.

Nah sambil menyelam, minum air. Sambil menunggu vaksinasi, kita bisa memperkaya wawasan terkait kesehatan dan gaya hidup yang akan menjauhkan diri kita dari penyakit berbahaya. Caranya, yuk akses platform kesehatan digital terbaik dari Halodoc.com. Di platform itu, kita bisa belajar apapun, mencari informasi apapun terkait dunia medis. Yang jelas, bersama para ahli kesehatan yang terpercaya.