Kata pencarian AXA Mandiri penipu kiranya sedang banyak dicari oleh banyak orang melalui internet. Ada artikel di internet yang mendukung hal tersebut namun ada pula yang menyangkalnya karena pengalaman pribadi mereka terhadap AXA Mandiri. Memang ada beberapa orang yang menyampaikan kekecewaannya dengan mengatakan bahwa AXA Mandiri sebagai penipu itu adalah mereka yang pernah memiliki produk asuransi AXA Mandiri, tetapi sayangnya yang lebih banyak justru mereka yang sama sekali tidak pernah memilikinya.

Hal tersebut jelas tidak fair karena penilaian dilakukan secara subjektif, berdasar pada kata orang dan bukan pada pengalaman pribadi. Padahal anggapan AXA Mandiri telah melakukan penipuan terhadap nasabah bisa jadi adalah karena miskonsepsi atau ketidakpahaman dari nasabah itu sendiri terhadap polis produk asuransi mereka. Hal tersebutlah yang kiranya belum banyak diketahui orang karena lebih memilih langsung memberikan justifikasi kepada perusahaan asuransi dan melabelinya dengan sebutan penipu.

Selain karena kurang pahamnya nasabah terhadap polis, ada beberapa hal lain yang kiranya dapat menjadi penyebab mengapa ada nasabah yang keliru pandangannya terhadap AXA Mandiri. Hal-hal yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

1. Polis tidak dibaca dengan detail

Poin pertama ini sebetulnya cukup mirip dengan kekurangpahaman terhadap polis, hanya saja yang dimaksud pada poin pertama ini adalah akibat tidak dibacanya dengan detail suatu polis asuransi, maka ada hal-hal yang terlewat. Keterlewatan ini jelas dapat menimbulkan pemahaman yang kurang utuh terhadap produk asuransi yang dipilih. CSO dari perusahaan asuransi jelas tidak mungkin menjelaskan semuanya secara lisan karena keterbatasan yang ada, itulah sebabnya semua hal terkait produk asuransi yang ditawarkan tertuang di dalam polis asuransi. Jika demikian halnya maka jelas nasabah sendiri yang melakukan kecerobohan, bukan perusahaan asuransi yang menipunya.

2. Tidak mempelajari atau menanyakan hal yang tidak dipahami

Kadangkala pada suatu polis terdapat istilah atau hal tertentu yang kurang dipahami oleh calon nasabah. Jika demikian adanya maka semestinya ditanyakan terlebih dahulu sebelum menandatangani polis. Karena tanda tangan yang dibubuhkan pada polis menandakan persetujuan mutlak terhadap semua hal yang tertuang dan diatur berdasar poli yang dimaksud. Lagi-lagi hal ini merupakan bentuk kecerobohan nasabah yang sayangnya lebih memilih menyalahkan pihak perusahaan asuransi atau dalam hal ini adalah AXA Mandiri.

3. Tidak tepat memilih produk asuransi

Tentu sudah dengan jelas diketahui bahwa AXA Mandiri memiliki beragam jenis produk asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi dana pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi dana hari tua dan dana pensiun. Setiap produk asuransi tentu memiliki tujuan penggunaan yang berbeda dan sangat mungkin mekanisme klaim alias pencairannya juga berbeda. Sayangnya harus diakui bahwa kesalahan atau kurang tepatnya memilih produk asuransi masih kerap terjadi. Hal tersebut jelas mengakibatkan ketika hendak melakukan klaim yang tidak sesuai dengan kriteria klaim yang diberlakukan maka kendala dalam proses klaim itu pasti akan terjadi. Kendala semacam inilah yang tak jarang menjadi akar anggapan bahwa AXA Mandiri berupaya mempersulit klaim nasabah. Padahal jika saja nasabah mau membicarakannya dengan baik-baik, maka kesalahan yang sebetulnya dilakukan oleh nasabah itu sendiri dapat dicarikan jalan tengahnya oleh AXA Mandiri.

Setidaknya hal-hal di atas merupakan hal-hal yang paling sering menjadi latar belakang mengapa kata AXA Mandiri penipu dimunculkan. Semoga dengan mengetahui hal di atas, pembaca sekalian dapat lebih objektif menilai suatu perkara antara perusahaan asuransi dengan nasabahnya baik itu AXA Mandiri maupun bukan.