Pada masa pertumbuhan, anak-anak biasanya sangat rentan sekali mengalami sakit. Hal ini lantaran sistem kekebalan tubuh pada anak belum sekuat seperti pada orang dewasa. Diare menjadi salah satu penyakit yang bisa menyerang kesehatan anak. Penyakit yang satu ini bisa terjadi karena berbagai hal, seperti faktor infeksi virus maupun bakteri, lingkungan yang kurang bersih, kondisi gizi buruk pada anak, hingga faktor alergi atau intoleransi pada jenis makanan tertentu.

Saat anak diare, tentunya mereka akan lebih rewel dan lemas badannya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena pada beberapa kasus, diare yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan kematian pada anak. Terutama jika diare tidak kunjung berhenti, padahal anak sudah kehilangan cairan tubuhnya saat diare. Untuk mengatasi kondisi diare, orang tua bisa melakukan berbagai upaya. Cara termudah yang bisa dilakukan saat anak mengalami gejala diare, yaitu dengan memberikan buah-buahan tertentu.

Nah, buah untuk diare yang bisa digunakan terbilang cukup banyak. Beberapa diantaranya, yaitu:

1. Pisang.

Kandungan pektin di dalam buah pisang sangat membantu untuk meningkatkan kekerasan feses. Sehingga kondisi feses yang cair saat anak mengalami diare bisa diatasi dengan mengonsumsi buah yang satu ini. Tidak hanya itu saja, dengan mengonsumsi pisang juga akan membantu mengganti elektrolit tubuh yang hilang saat diare.

2. Kelapa.

Karena anak terus mengeluarkan cairan saat diare, maka sangat rentan sekali mengalami dehidrasi. Dehidrasi yang berkepanjangan ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian pada anak. Untuk mengatasi dehidrasi akibat diare ini, orang tua bisa memberikan minuman air kelapa kepada anak.

3. Wortel.

Saat terkena diare, anak akan merasa lemas karena terus-menerus buang air besar dalam frekuensi waktu yang lebih sering dari biasanya. Selain itu, kondisi lemas ini juga terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan tubuh. Untuk meningkatkan kembali energi tubuh pada anak, maka orang tua bisa memberikan jus wortel saat siang hari.

4. Apel.

Apel mengandung pektin yang jika dikonsumsi akan sangat bagus sekali untuk mengatasi diare. Untuk cara konsumsinya, orang tua bisa merebus apel yang sudah dibersihkan sebelumnya dengan air hingga mendidih. Haluskan apel yang sudah direbus dan berikan kepada anak untuk dikonsumsi.

5. Lemon.

Lemon memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Sehingga tidak heran jika lemon banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk juga untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti perut mulas, kembung, dan kram. Orang tua bisa memberikan satu sendok lemon setiap 4-5 kali dalam sehari. Jika kondisi diare anak belum juga membaik, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.

6. Jambu biji.

Buah untuk diare yang cukup populer dan banyak digunakan adalah jambu biji. Hal ini lantaran karena jambu biji memiliki banyak kandungan vitamin C dan antioksidan, sehingga bagus untuk membunuh kuman maupun radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Cara konsumsinya cukup mudah. Orang tua bisa mengolahnya menjadi jus atau bisa juga dengan cara ditumbuk, baru kemudian memberikannya kepada anak yang diare.

Selain menggunakan berbagai buah-buahan yang sudah disebutkan tersebut, orang tua bisa memberikan Entrostop Herbal Anak. Obat herbal untuk mengatasi diare pada anak ini sudah mengandung ekstrak daun jambu biji, kunyit, jahe merah, dan daun teh hijau camelia. Obat ini bisa diberikan kepada anak-anak di usia 6-12 tahun. Ikuti petunjuk penggunaan agar anak sembuh dan pastikan kebutuhan cairan tubuh anak saat diare. Segera bawa ke dokter jika kondisi anak tidak kunjung membaik.

Untuk Anda yang ingin mencari artikel tips seputar permasalahan diare, bisa juga untuk cek di situs diarepedia.com yang memang khusus membahas tentang diare, mencret atau disentri.